Tampilkan postingan dengan label games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label games. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Screenshots Terbaru Batman: Arkham City Menampilkan Musuh Batman


Apabila pada game sebelumnya, musuh utama Batman adalah Joker, di Arkham City Batman akan menghadapi lebih banyak musuh lagi dan semuanya menginginkan kepala Batman! Pertama adalah Edward Nigma alias penjahat yang penuh misteri, The Riddler. Kini Riddler akan tampil secara fisik, well, mungkin hanya menampilkan sosoknya saja, tidak seperti di game terdahulu yang hanya menampilkan suaranya saja. Lalu musuh kedua Batman yang akan muncul pada game ini adalah The Penguin. Apabila di game sebelumnya Penguin hanya "numpang lewat" saja, kini ia akan berperan penting, mungkin sebagai musuh utama Batman.

Masih ingat dengan Detective Mode? Ini adalah fitur baru yang dapat disebut sebagai "komputer mini" Batman. Dengan Detective Mode, Batman dapat melacak kode akses suatu ruangan, atau mendapatkan data dari musuh yang sedang dihadapinya. Batman juga dapat "melihat" situasi dari sebuah ruangan di balik sebuah tembok dengan menggunakan Detective Mode ini.

Batman: Arkham City akan dirilis pada tanggal 18 Oktober 2011 di Amerika Utara untuk PC, Xbox 360 dan PS3.












Baca Selengkapnya...

Minggu, 22 Mei 2011

Liburan Gratis Ke Pulau Komodo

Bagi yang mau liburan ke pulau komodo, bali, labuhan bajo gratis silahkan klik ini

Setelah di klik login terlebih dahulu jawab pertanyaan ya
Baca Selengkapnya...

Senin, 09 Mei 2011

Markas Osama Jadi Medan Tempur Counter Strike



Para gamer pasti sudah tidak asing dengan game Counter Strike (CS). Nah, game bertipe first person shooter itu memiliki peta permainan baru yang terinspirasi dari lokasi persembunyian Osama bin Laden kala ditembak mati US Navy Seal.

Peta ini diberi nama fy-abbottabad, sesuai dengan nama kota Abbottabad di Pakistan yang menjadi lokasi penyergapan pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu pada 2 Mei 2011 silam.

Tentu saja, isu seputar Osama masih cukup hot saat ini. Alhasil, peta yang dibuat oleh sosok bernama 'Fletch' ini jadi incaran penggila CS atau yang cuma sekadar penasaran.

Hingga Selasa (10/5/2011) pagi, fy-abbottabad tercatat telah diunduh lebih dari 7.000 kali dari situs gamebanana.com. Padahal kehadiran peta ini baru seumur jagung, Fletch baru menguploadnya pada 7 Mei lalu. 
fy-abbottabad memang dibangun dengan harapan gamer dapat merasakan suasana penyergapan Osama yang sesungguhnya.

Namun meski tampilan luar gedung-gedung yang menjadi medan pertempuran sekilas mirip dengan lokasi aslinya -- seperti yang sering ditayangkan di tayangan televisi dan internet -- tetapi untuk bagian interiornya bisa dibilang cuma menerka-nerka alias tidak mirip.

Sebelumnya, Osama juga pernah menjadi bulan-bulanan sebuah game flash. Lihat saja judul game itu yakni 'Kill Osama'. Di dalamnya gamer ditantang untuk menembak karikatur berwujud Osama.

Namun jangan asal tembak, pemain juga harus menghindari target lain yakni salah satu tokoh American Muppets. Ketika disambangi detikINET di awal Mei lalu, game ini telah dimainkan oleh sedikitnya 11 ribu pengunjung dari seluruh dunia.

Sumber : http://www.detikinet.com
Baca Selengkapnya...

God of War 4 Jadi Game Online?

Seri God of War sejatinya menghadirkan pemainan single player dengan alur cerita yang kuat, namun kelanjutan seri ini konon bisa dimainkan secara online.

Hal ini diungkapkan Official PlayStation Magazine (OPM) yang mengaku mendapat keterangan dari seorang sumber yang tidak disebutkan identitasnya.

"Kratos sedang disiapkan untuk kembali, petualangan barunya nanti bisa juga dinikmati secara multiplayer," tulis sumber OPM 

Selain sedikit bocoran sistem permainan, sumber lain ada juga yang menyebutkan bahwa God of War 4 bakal dirilis pada September 2012 mendatang.

Kehadiran God of War 4 sendiri sebenarnya masih simpang siur. Namun Santa Monica Studio, pembesut seri game ini, sempat menyebutkan bahwa God of War 3 bukanlah akhir petualangan Kratos.

Sumber : http://www.detikinet.com
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2011

Shogun 2: Total War Review

When the first Shogun: Total War came out, its real-time battles made you feel like you were playing through the epic battle scenes from one of Akira Kurosawa's samurai films. Shogun 2 is like playing through a new, remastered edition of that game, complete with both the character dramas and the enormous battles. Merging beautiful graphics, scheming generals, improved multiplayer options, and deep strategic gameplay with countless small details that imbue it with historical flavor and drama, Shogun 2 is one of the most captivating strategy games ever made.

Like the previous Total War games, Shogun 2 combines a turn-based strategy mode with tactical, real-time battles. The turn-based portion of the game takes place on a gorgeous strategic map that, although limited to the country of Japan (minus Hokkaido), feels every bit as epic as the continent-spanning maps of previous iterations in the series. It is on this magnificent 60-province map of Japan that you make all of your strategic decisions, manage your dynasty, research technologies, build improvements like roads and farms, and direct your armies. When an army engages in combat, you can either use the auto-resolve feature or fight things out in fantastic real-time battles. The goal during real-time battles is to route the enemy army as an attacker and hold out as a defender. Either way, you have to make intelligent use of terrain and unit abilities, keep your flank adequately protected, and do your best to sap the enemy units' morale before they can get the upper hand.
Shogun 2's turn-based single-player campaign stands on its own merits as an excellent strategy game. You play as an ambitious daimyo, or leader, of one of the 10 most powerful clans in Japan. Each clan has unique strengths that you have to master if you plan to capture Kyoto, the nation's capital city, and unify Japan as its new shogun. For instance, the Chosokabe have superior bow infantry, while the Mori are master shipwrights, and the Hojo get building construction bonuses. The choice of clan is an easy one compared to the many difficult decisions you have to make during the campaign. One example is the allocation of your research efforts, which must be carefully divided between the chi and Bushido arts (the civilian and military tech trees, respectively). A strong economy based on chi is needed to pay for a powerful army's upkeep, but a narrowly focused autocrat, however enlightened, may be overrun by a militaristic brute. Furthermore, sound economic planning is necessary for success. Your economic potential and buildable units are limited by the types of buildings in your provinces. The size of a province's castle determines the number of possible buildings that may be constructed there. Since larger castles consume more food, you have to carefully plan your upgrades lest you inadvertently cause mass starvation. Temporary prosperity is possible through honorable trade relations with other clans, but these arrangements rarely last.

Such concerns coupled with the constant barrage of special events and natural disasters are problematic enough, but the tricky issue of religion is added to this explosive mix. Allowing Nanban, or European, merchants into your cities lets you field units with powerful matchlock firearms, but it also opens up your homogeneous Buddhist society to Christian influences. The growing Christian population has to be either appeased or subdued in some manner. One solution is for the clan to convert to Christianity to unlock powerful European cannons or carracks, but this would outrage the Buddhist population and bring dishonor to the daimyo. The best course of action is to ensure that the majority of the populace follows the daimyo's faith whether through conversion or isolationism. Angry religious minorities are an Achilles' heel for any daimyo, so religious and secular grievances must be kept to a minimum lest bloody rebellions ruin your chances of becoming shogun.
In Shogun 2, generals add another level of strategy, as well as some much-appreciated drama. Generals have always been important for maintaining troop morale in the Total War series, but they've never had as much character as in Shogun 2. For starters, generals now have a loyalty rating, and one could conceivably turn on you, especially if his overambitious wife is feeding him poisonous ideas. As a result, you need to find some way to keep them loyal. You might give them important positions in the clan, or bring them into your family through marriage or adoption (which works even if the general is only slightly younger than the daimyo). For example, a general's loyalty improves immensely once he has been entrusted with the clan's finances. It is vitally important to keep generals around for as long as possible because their combat experience can be used to gain a variety of new skills and followers for the clan's benefit. For instance, you could increase a general's poetry skill, giving your clan a research bonus and opening up the path for your general to become a "living treasure" capable of bringing unrestrained jubilation to any province he passes through. Alternatively, you may mold a general into a feared tyrant, an expert at siege warfare, or a near invincible legendary warrior. The general's retinue, which is increased every few levels, is equally diverse.

His retainers can be people, like a samurai master who gives a melee bonus to all units; animals, such as a lovable monkey; or even inanimate objects, like a Go board, which increases the general's command ability. These are all in addition to random traits that generals pick up during battles or through marriage. The "fecund wife" trait, which ensures that a general sires many children, is particularly useful for daimyos since they need heirs to carry on their legacy after death. The daimyo's male children will grow up to become fairly loyal generals, so you want to be blessed with a large brood. In addition to the generals, all special characters, such as the metsuke (inspectors), monks, ninjas, and geisha, gain experience points, skill traits, and a retinue. A Christian missionary, for example, can learn to become a scholar and aid his clan's chi research, or he can focus his efforts toward proselytizing for Christian faith with the help of his retinue of church notaries and Japanese converts.
Another important consideration is weather. On the campaign map, armies suffer significant attrition when outside of your territory during winter, so you must plan your campaigns with the seasons in mind, or risk losing samurai to frostbite. Likewise, fleets suffer heavy losses from attrition while outside of placid coastal waters. Weather also plays a major role during real-time battles. For instance, matchlock firearms and fire arrows are useless when it rains, and heavy fog can change the face of battle, enabling dramatic conflicts where diversionary assaults further obfuscate the true threat that bides its time in the dark mist.

source : http://asia.gamespot.com/pc/strategy/shogun2totalwar/review.html?tag=summary%3Bread-review
Baca Selengkapnya...

Ratusan Orang Antri Untuk Ninetendo 3DS


Salah satu orang yang 
berhasil membeli Nintendo 3DS
Salah satu orang yang berhasil membeli Nintendo 3DS
TOKYO - Ratusan orang mengantri di sejumlah toko di berbagai sudut di Jepang. Mereka rela mengantri sejak malam, demi menjadi salah satu orang pertama yang mendapatkan konsol game portable Nintendo 3DS.

Ya, perangkat game pertama yang menghadirkan konten game 3 dimensi tanpa kacamata khusus tersebut, telah resmi dijual di Jepang. Negara itu menjadi yang pertama, setelah sebulan kemudian menyusul di pasar Eropa dan Amerika Utara.

Dilansir melalui Reuters, Sabtu (26/2/2011), Nintendo memiliki keuntungan dari peluncuran 10 bulan lebih cepat dari saingan mereka Sony yang bakal menghadirka Next Generation Portable.

Nintendo mengharapkan tidak kurang dari 4 juta unit dari 3DS akan laris dalam lima pekan sejak tanggal 31 Maret. Sebelumnya, DS dijual 145 juta unit di seluruh dunia untuk Desember tahun lalu.

Pada hari Sabtu, gamer berbaris di toko Kamera Bic elektronik di Yurakucho, Tokyo, terlepas dari kenyataan bahwa konsol ini dijual dengan harga sekira 25.000 yen atau USD388 .

"Aku telah jauh dari bermain game untuk sementara, tetapi 3DS membawa saya kembali ke sana," kata Hitoshi Yanagi, 39 tahun dari Kawasaki di pinggiran kota Tokyo.
sumber : http://sassorirezpectornyleneh.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

FIFA Online 2, Kini Hadir Dalam Bahasa Indonesia

FIFA Online 2 Kini Hadir Dalam Bahasa Indonesia

Foto: dok Okezone
Foto: dok Okezone
JAKARTA - IAH Games pada bulan April 2011 akan menghadirkan game FIFA Online 2 produksi EA Sports dalam bahasa Indonesia.

Game sepak bola online terbesar di Asia ini, kini hadir dalam bahasa Indonesia, setelah sebelumnya FIFA Online edisi pertama hanya tersedia di Korea.

"Ketika kami meluncurkan game FIFA Online 2 pada bulan Juni 2010, kami berjanji akan meluncurkannya dalam versi bahasa Indonesia jika jumlah permintaannya besar. Kini akhirnya kami mewujudkan janji itu," ujar Jonathan SZE, General Manager dari Online Games, IAH Games, di Jakarta, Jumat (18/3/2011).

EA Sports: FIFA Online 2 adalah sebuah game yang dapat dimainkan secara gratis, namun para gamer dapat meningkatkan tim mereka lebih cepat dengan membeli aneka item dalam game. Item game dapat dibeli dengan melakukan pengisian cash point untuk akun game mereka dengan menggunakan 'voucher game', yang dapat ditemukan di toko-toko. Penggunaan voucher game sengaja dibuat sederhana dan serupa dengan langkah-langkah yang biasa digunakan untuk mengisi ulang ponsel pra-bayar.

"Voucher game yang tersedia mulai dari 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, sampai 100 ribu. Tersedia di toko-toko seperti Indomaret, 7Eleven, dan lain-lain," jelas Jonathan.

Gamer di FIFA Online 2 dapat membangun tim sepak bola mereka sendiri dengan menggunakan pemain dan tim dari liga-liga besar. Misalnya, pengguna bisa memasang Wayne Rooney dan Fernando Torres dalam satu tim impian mereka. Para pemain juga dapat memilih untuk bermain dalam mode single-play dan multiple player (online).

Game online gratisan ini menyediakan permainan realistis juga fitur khusus seperti mode Ultimate, di mana para pemain game menempatkan reputasi dan League Points (mata uang dalam game) di mana sang pemenang akan mendapatkan segalanya.

"Ada 20 liga, 600 tim dan 15 ribu pemain yang bisa dimainkan di game ini. Lalu, target kami untuk FIFA Online 2 di Indonesia adalah 250 juta gamer untuk setiap bulannya," kata Jonathan.

Closed Beta Testing FIFA Online 2 dijadwalkan akan dimulai pada April 2011, lalu Open Beta Testing akan dimulai pada Mei 2011.

Untuk informasi lengkap game FIFA Online 2, bisa dilihat di http://www.easportsfifaonline2.co.id/
(srn)
sumber : http://sassorirezpectornyleneh.blogspot.com/ 
Baca Selengkapnya...

share

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...