Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Bagaimana Cara Melupakan Sakit Hati?



Montreal - Sakit hati merupakan kenangan buruk yang terkadang sulit untuk dilupakan. Terlalu lama memendam rasa sakit hati ternyata tak terlalu baik juga bagi kesehatan. Karena itu, para dokter dari Montreal, Kanada, telah menyatakan "perang" untuk kenangan yang menyakitkan tersebut. Senjata utama mereka adalah obat yang menurunkan tingkat hormon kortisol dalam darah.



Media Genius Beauty mewartakan, Jumat (5/8), para peneliti mengungkapkan belajar untuk mengontrol hormon kortisol dapat melemahkan kenangan buruk. Hormon ini berhubungan dengan stres, sehingga ingatan orang tentang rasa sakit hati bisa terlupakan.


Penelitian tersebut dilakukan terhadap 33 responden yang diminta untuk mengingat cerita, urutan peristiwa biasa dan negatif dalam hidup mereka. Tiga hari kemudian, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Para relawan dari kelompok pertama diberi metirapone (obat yang menghambat sintesis kortisol). Kelompok lain menerima dosis ganda dari obat yang sama. Kemudian, orang-orang dari kelompok ketiga diberi plasebo.


Setelah menerima metirapone, peserta diminta untuk mengingat dan menceritakan kembali kisah akan rasa sakit hati mereka. Empat hari setelah minum obat, metirapone telah dikeluarkan dari tubuh, dan relawan diminta untuk mengingat cerita.


Ternyata peserta penelitian yang telah menerima dosis ganda "obat untuk kenangan buruk", tidak bisa mengingat episode cerita negatif. Namun, dengan mudah mengingat peristiwa biasa dalam hari-hari mereka. Setelah empat hari, kenangan tersebut telah dilupakan.


Para ilmuwan berniat untuk terus mempelajari obat-obatan yang dapat mempengaruhi memori. Hal tersebut dipercaya akan membantu untuk mengobati trauma psikologis yang parah.


Sumber : http://osserem.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

Cinta Kasih Monyet Kepada Sahabatnya Yang Beda Jenis
































Bagaimana kita sebagai makhluk yang paling sempurna tidak rukun dan damai antar sesama manusia.bintang saja berbeda jenis dapat hidup rukun dan damai.
Baca Selengkapnya...

Senin, 01 Agustus 2011

Kiat Tunanetra Menggarap Skripsi

mengerjakan karya ilmiyah seperti skripsi, disertasi, atau resume bukanlah hal yang mudah bagi penyandang tunanetra. Selain minimnya bahan bacaan Braille serta sarana dan prasarana pendukung di Indonesia, pengerjaan karya ilmiyah sendiri menuntut ketekunan, konsentrasi, waktu, serta biaya yang tidak sedikit.

Nah, dalam artikel ini penulis ingin berbagi tips menggarap karya ilmiyah untuk rekan-rekan tunanetra dengan memanfaatkan keberadaan teknologi. Tips ini dibuat berdasar pada pengalaman pribadi penulis yang baru saja menyelesaikan skripsi dan meraih gelar sarjana.

Dengan tidak berfungsinya indera penglihatan pada penyandang tunanetra, maka proses membaca dan menulis -- yang merupakan inti utama pengerjaan karya ilmiyah -- akan sangat terhambat. Oleh karenanya, dibutuhkan sedikit siasat untuk meminimalisir hambatan tersebut.

Oleh karenanya, perlu bagi tunanetra untuk menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Namun sebelumnya, perlu diperhatikan bahwa tunanetra yang bersangkutan hendaknya sudah memahami materi yang hendak disajikan dalam karya ilmiyahnya, dan setidaknya sudah menguasai komputer, minimal mengetik 10 jari. Hal ini akan sangat membantu dalam memanfaatkan bahan-bahan yang penulis sajikan.

Selain itu, tips yang penulis berikan hanyalah garis besarnya saja, berdasar pada pengalaman pribadi yang penulis alami dalam pengerjaan skripsi.

Nah, inilah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pengerjaan karya ilmiyah yang telah penulis kelompokkan menjadi dua, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Untuk perangkat pemakai alias brainware mohon menyiapkan diri sendiri. :)


Perangkat Keras

1. Komputer

Ini adalah perangkat utama yang wajib dimiliki tunanetra, karena segala aktivitas yang berkenaan dengan pengerjaan karya ilmiyah sangat tergantung pada keberadaan komputer. Perangkat ini juga yang akan menjalankan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan penulis sebutkan.

Apa pun bentuknya, PC atau laptop, setidaknya komputer tersebut cukup stabil untuk dipakai mengoperasikan aplikasi Office dan pembaca layar. Dengan prosesor berkecepatan di atas 2GHz dan RAM di atas 2GB, komputer sudah cukup mampu memenuhi kebutuhan di atas.

2. Flash Disk

Perangkat ini digunakan sebagai media penyimpanan sekaligus distribusi materi. Dengan adanya flash disk, tunanetra dapat lebih leluasa membawa data-data yang diperlukan, lalu mendistribusikannya pada dosen pembimbing atau pihak-pihak yang membantu dalam penggarapan karya ilmiyah.

Usahakan untuk memilih flash disk dengan kualitas yang baik, karena bila terjadi kerusakan data yang diakibatkan media penyimpanan yang kurang baik, maka tunanetra akan mengalami kerugian tenaga dan waktu.

Flash disk yang cukup besar juga dapat dipakai untuk menyimpan pembaca layar portabel seperti NVDA, atau browser portabel seperti Mozilla Firefox. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, sehingga tunanetra tetap dapat melakukan pekerjaannya di komputer lain.

3. Modem 3G

Bila hendak browsing guna mengurusi data-data karya ilmiah, tentu akan sedikit merepotkan bila tunanetra harus pergi ke warung internet atau mengandalkan koneksi hotspot via wi-fi yang tak selalu tersedia. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah modem 3G yang dapat membantu tunanetra online kapan pun dan di mana pun.

Usahakan memakai modem 3G untuk menjamin kecepatan koneksi, dan memakai provider yang menyediakan jasa internet unlimited agar koneksi ke internet tidak terputus karena kehabisan jatah bandwidth.

4. Scanner

Scanner berguna untuk memindai bahan materi berbentuk cetak ke format teks yang selanjutnya dapat diakses tunanetra melalui komputer. Ada pun proses pemindaian tersebut memanfaatkan fasilitas OCR (Optical Character Recognition) yang sudah umum tersedia pada scanner.

Untuk menghemat biaya, pilihlah scanner yang paling ekonomis, namun mampu melakukan proses OCR dengan baik. Jika punya uang berlebih, silahkan membeli portable scanner yang mudah dibawa ke mana-mana, atau membeli scanner khusus untuk tunanetra, salah satunya adalah PEARL yang dapat diperoleh di www.freedomscientific.com.

5. Voice Recorder

Di era 90-an, salah satu perangkat yang cukup membantu tunanetra dalam proses belajar mengajar adalah tape recorder. Perangkat analog tersebut dapat dipakai merekam materi, baik yang disajikan di kelas atau yang dibacakan teman sang tunanetra.

Kini, alat perekam suara sudah tersedia dalam bentuk digital, sehingga hasil rekaman dapat disimpan dalam komputer, dan formatnya pun cukup beraneka ragam (WAV, MP3, atau WMA).

Dengan voice recorder, tunanetra dapat merekam penjelasan yang disampaikan dosen pembimbing, atau materi yang dibacakan oleh teman-temannya. Selanjutnya, hasil rekaman dapat didengarkan kembali dalam proses pengerjaan karya ilmiyah.


Perangkat Lunak

1. Pembaca layar

Pembaca layar (screen reader) berfungsi mengubah teks yang muncul di layar monitor menjadi suara, sehingga tunanetra dapat mengakses dokumen Office, browsing internet, dan presentasi hasil karya ilmiyahnya.

Umumnya, tunanetra Indonesia menggunakan pembaca layar JAWS for Windows dari www.freedomscientific.com. Namun, bila harganya dirasa terlalu mahal, bisa juga memanfaatkan pembaca layar gratisan seperti NVDA (Non Visual Desktop Access) yang dapat diunduh di www.nvda-project.org.

2. Aplikasi kerja

Pada komputer pengguna tunanetra, usahakan untuk memasang aplikasi kerja yang nantinya dapat digunakan dalam proses pengerjaan karya ilmiyah.

Beberapa aplikasi yang wajib ada adalah Microsoft Office (untuk mengolah data dan melakukan presentasi), dan Adobe Reader (untuk membaca jurnal atau mengakses hasil scan).

Oh ya, berdasar pengalaman penulis, hindari memakai MS-Office 2007, karena file berekstensi *.docx dan semacamnya agak sulit didistribusikan dan diolah di komputer lain yang tidak memiliki MS-Office 2007. Sebaiknya gunakan saja MS-Office 2003 yang sudah dilengkapi file converter (mampu mengenali ekstensi *.***x), atau MS-Office 2010.

Kalau ada, manfaatkan juga jasa Notepad untuk menyimpan bahan-bahan atau catatan-catatan kecil, sehingga tidak mengganggu dokumen utama.

3. Program OCR

Aplikasi OCR digunakan untuk memindai materi yang tercetak pada kertas. Proses pemindaian ini memanfaatkan scanner sebagai perangkat kerasnya, di mana materi cetak diletakkan di atas scanner lalu proses scan diaktifkan dengan modus OCR. Nah, selanjutnya aplikasi OCR yang akan memproses pemindaian tersebut, dan hasilnya dapat disimpan dalam format TXT, DOC, atau PDF, yang selanjutnya dapat diakses di komputer menggunakan pembaca layar.

Sebenarnya hampir semua scanner sudah menyertakan software OCR pada CD instalasi. Salah satu software OCR yang paling umum dijumpai adalah OmniPage.

Sebuah aplikasi bernama OpenBook yang dirancang khusus untuk melakukan OCR bagi pengguna tunanetra juga dapat dibeli di www.freedomscientific.com. Bedanya dengan aplikasi yang lain, OpenBook dapat melakukan proses OCR dengan akurasi yang jauh lebih baik, sehingga meminimalisir kesalahan pada hasil scan.


Pengalaman Penulis

Berikut ini adalah pengalaman penulis saat mengerjakan skripsi. Dengan memanfaatkan perlengkapan di atas, penulis berhasil menyelesaikan skripsi dalam waktu dua bulan dan tebal skripsi mencapai 93 halaman. Pencapaian tersebut mengacu pada asumsi bahwa pengerjaan skripsi dilakukan dengan terus-menerus tanpa menyia-nyiakan waktu, tapi tetap dalam batas-batas kewajaran dan tidak memaksakan diri.

a. Mengolah data dari internet

Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan mendapat persetujuan atas materi yang hendak penulis ambil, langkah pertama yang penulis lakukan adalah mendedikasikan satu hari penuh untuk mencari jurnal atau materi dari dunia maya.

Karena penulis mengambil judul "Pengaruh Motivasi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Tunanetra," maka penulis coba mencari jurnal atau materi berdasar pada tiga variabel utama yang penulis ambil, dengan memakai kata kunci "motivasi," "teknologi informasi," dan "tunanetra."

Dalam tahap ini, penulis tidak mempedulikan isi jurnal atau materi yang penulis ambil. Penulis mengutamakan kuantitas dalam pengunduhan jurnal dan materi, dan baru mengolahnya di hari-hari berikutnya.

Selain mencari sumber-sumber lokal, penulis juga mencari sumber-sumber internasional. Mengingat penulis pernah berkuliah di jurusan Sastra Inggris maka penulis tak mengalami kesulitan berarti dalam mencarinya. Namun bagi rekan-rekan tunanetra yang kesulitan dalam mencari sumber-sumber berbahasa Inggris dapat memanfaatkan fitur "Google Terjemahan."

Dengan memanfaatkan "Google Terjemahan," rekan-rekan tunanetra akan sangat terbantu karena sumber-sumber internasional dapat diterjemahkan dengan akurasi yang cukup baik. Usahakan untuk menterjemahkan per kalimat, lalu membaca ulang hasil terjemahan tersebut (untuk landasan teori atau definisi biasanya dapat diterjemahkan dengan baik).

Pastikan aplikasi Adobe Reader telah terpasang, sebab kebanyakan sumber-sumber materi berformat PDF. Adobe Reader akan banyak digunakan untuk membaca bahan-bahan yang telah diunduh, dan mengkopi isi yang diperlukan.

b. Mengolah data dari media cetak

Bagi penulis, inilah tahap yang paling merepotkan dan paling makan banyak waktu. Boleh dibilang, ini adalah fase yang paling sulit saat penulis menggarap skripsi.

Untuk mendapatkan bahan-bahan dari media cetak, penulis datang ke beberapa perpustakaan. Di sini, mau tidak mau penulis perlu minta bantuan pendamping (kekasih penulis-red) untuk mencari buku-buku yang penulis butuhkan.

Masalah yang penulis hadapi adalah mendapatkan buku dan landasan teori yang tepat. Berhubung pendamping penulis tidak berkuliah di jurusan yang sama, maka penulis perlu menjelaskan terlebih dahulu bahan-bahan yang penulis cari, sehingga pendamping dapat mencarikan materi yang kira-kira mendekati apa yang penulis butuhkan.

Terkadang materi yang sudah berhasil didapatkan tidak dapat dipinjam atau dibawa pulang. Untuk menyiasati hal itu, penulis memanfaatkan flash disk yang telah penulis isi dengan pembaca layar portabel NVDA, sehingga penulis dapat mengakses data-data skripsi di komputer perpustakaan, dan melakukan scan dengan memanfaatkan scanner yang tersedia.

Setelah mendapatkan bahan yang penulis butuhkan, penulis lalu melakukan scan pada bahan media cetak tersebut. Biasanya penulis scan seluruh isi buku, karena tunanetra tak mungkin membolak-balik halaman buku dan langsung mengambil materi yang sesuai.

Dengan scanner sederhana yang penulis miliki, proses scan biasanya menghabiskan 4 sampai 6 halaman per satu menit. Sementara itu, waktu yang penulis butuhkan untuk membaca dan memilah-milah bahan hasil scan memakan waktu kira-kira satu setengah bulan.

c. Mengolah data audio

Tak semua bahan media cetak dapat di-scan, apalagi hasil fotokopi yang cetakannya tidak terlalu jelas. Untuk itu, penulis perlu meminta bantuan orang lain untuk membacakannya, lalu penulis merekamnya dengan voice recorder.

Penulis juga menggunakan voice recorder untuk merekam arahan dari dosen pembimbing berdasar pada kemajuan pengerjaan skripsi penulis, sehingga penulis dapat mengulang kembali arahan tersebut dengan cara mendengarkan hasil rekamannya di rumah.

d. Sortir data

Dalam mengolah data-data yang telah penulis ambil, penulis memanfaatkan jasa Notepad untuk menyimpan materi-materi yang telah penulis sortir. Penulis sengaja memisahkan dokumen bahan-bahan dan dokumen skripsi untuk memudahkan penulis mengorganisir pekerjaan penulis.

Ada tiga file Notepad yang penulis buat, masing-masing berisi landasan teori dan informasi sesuai variabelnya. Di sini variabel penulis adalah "motivasi," "teknologi informasi," dan "tunanetra," jadi penulis menamai masing-masing file Notepad dengan "v1-motivasi.txt," "v2-TI.txt," dan "v3-tunanetra.txt." Penamaan yang unik dan teratur dapat membantu penulis mencari file tersebut jika diperlukan.

Lho, kenapa tidak memakai MS-Word? Bukankah MS-Word menyediakan fitur untuk membuka beberapa file dalam satu jendela? Jawabnya, terkadang sumber-sumber yang dikopi dari PDF menyertakan gambar atau link. Tak jarang gambar atau link tersebut terbawa ke dalam dokumen dan MS-Word akan secara otomatis melakukan formatting dokumen. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan dalam bekerja karena terkadang hal tersebut membuat kerja pembaca layar jadi lambat. Selain itu, kalau materi dikopi ke Notepad, maka elemen-elemen visual yang tidak diperlukan akan secara otomatis terbuang, sehingga hasil yang didapat hanya teks saja.

e. Presentasi

Setelah proses penyuntingan pada dokumen selesai dan skripsi siap tempur, tibalah saatnya penulis mempresentasikan skripsi tersebut di hadapan sidang. Untuk presentasi, penulis membuat pointers dengan menggunakan MS-PowerPoint, berisi poin-poin utama dalam skripsi penulis.

Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dosen penguji, penulis membuka dokumen MS-Word hasil skripsi berdampingan dengan pointers MS-PowerPoint, dan memanfaatkan fitur "Jump to page" untuk langsung berpindah ke halaman berisi jawaban yang penulis butuhkan.

Presentasi ini, secara tidak langsung, menjadi salah satu jawaban dari rumusan materi pada skripsi penulis. Dengan adanya motivasi dan pemanfaatan teknologi informasi, maka kualitas hidup penulis pun meningkat. Contoh sederhana adalah pengerjaan skripsi ini, yang mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama dan akurasi yang jauh di bawah rata-rata apabila tidak memanfaatkan variabel yang penulis sebutkan sebelumnya.

Sebagai hasilnya, penulis dapat meraih gelar sarjana, dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 di kampus yang sama dan di tahun yang sama.



Penutup

Pada dasarnya artikel ini penulis susun sebagai motivator agar lebih banyak lagi tunanetra di Indonesia yang dapat merasakan manfaat teknologi informasi, khususnya di bidang pendidikan.

Penulis pun berharap artikel ini dapat menjadi pengetahuan yang berguna bagi masyarakat luas, khususnya guru, dosen, atau pengajar, sehingga dapat menemukan alternatif dalam mengakomodasi murid-muridnya yang tunanetra, atau membantu mereka (tunanetra-red) yang belum tersentuh oleh teknologi informasi.

Panduan ini juga dibuat dengan mempertimbangkan faktor biaya, di mana penulis berusaha memberikan alternatif penanganan skripsi dengan menekan biaya semurah mungkin, yang barangkali akan jauh lebih mahal bila memanfaatkan teknologi yang memang dibuat spesifik untuk membantu tunanetra dalam penggarapan skripsi, yang memang telah tersedia di luar negeri.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/01/172041/1694104/398/kiat-tunanetra-menggarap-skripsi
Baca Selengkapnya...

Selasa, 19 Juli 2011

Kekuatan Maaf Rasulullah SAW

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”
Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.
Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.
Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian sudah ada yang memberinya makan?”.
Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.
Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”
Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negrinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”
Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”
Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu,
TIADA SEORANGPUN DI MUKA BUMI YANG LEBIH KUCINTAI SELAIN MUHAMMAD RASULULLAH”
Sahabat………
Apabila ada seseorang yang hendak melukai/menganiaya kita, kebanyakan dari kita adalah bersiap-siap membalasnya, jangankan memberi makan, memaafkannya saja belum tentu, tapi Rasulullah, beliau melepaskan, memaafkan dan malah memberinya minum susu pula, melalui akhlaknya beliau, selamat pula tsumamah dengan masuk Islamnya dia.
Semoga saja kita sanggup meneladaninya, karena kita adalah pengikut ajarannya beliau?
Sejauhmana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau
Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. beliau adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna, pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang sempurna. maka tidak salah kalau Allah mengatakan bahwa Beliau adalah teladan yang sempurna.
.
Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, junjungan dan teladan kita yang oleh Allah telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah.
 
 
 
Baca Selengkapnya...

Jumat, 15 Juli 2011

8 Kemampuan Yang Dimiliki Bayi Anda

Bayi mungkin kecil dan tidak dapat bercakap-cakap dengan orang dewasa, tetapi bayi membuktikan bahwa mereka memiliki kepintaran dan kemampuan otak yang luar biasa. Setidaknya ada 8 kemampuan mengagumkan dari otak bayi. Apa saja?

Berikut 8 kemampuan otak bayi yang mengagumkan.

1. Tahu siapa yang menjadi bos
Sejak usia 10 bulan, bayi sudah bisa memahami hierarki sosial. Ketika ditunjukkan adegan kartun yang menampil sosok bertubuh besar dan kecil yang sedang berinteraksi, bayi akan mengerti bahwa sosok yang besar adalah bos.

Temuan ini telah diterbitkan pada Januari 2011 di jurnal Science, yang menunjukkan bahwa bayi memahami hierarki sosial dan tahu ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.

2. Mengerti mood dan emosi
Meski bayi belum bisa berbicara, ia akan tahu ketika Anda merasa sedih. Bayi usia 5 bulan dapat akurat membedakan nada suara optimis dan suram, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuron tahun 2010.

3. Terlahir untuk menari
Berbicara tentang musik, bayi tidak bisa menolaknya. Telinga mereka tak hanya disetel dengan ketukan, bayi sebenarnya juga bisa menari dengan birama, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Proceeding of National Academy of Sciences tahun 2010.

Bayi-bayi mengerakan lengan, tangan, kaki, torso dan kepala lebih banyak dalam menanggapi musik daripada berbicara.

4. Cerminan tindakan orang lain
Tak mengherankan bila Anda melihat sesuatu yang luar biasa di mata bayi. Bayi dapat meniru tindakan yang Anda lakukan, karena menurut studi yang diterbitkan Biology Letters tahun 2009, peneliti menemukan daerah motor yang aktif pada usia 9 bulan adalah yang berperan sebagai neuron cermin.

5. Belajar dengan cepat saat tidur
Bayi ternyata dapat belajar bahkan saat tidur, menurut jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, 2010. Dalam percobaan dengan 26 bayi tidur, ilmuwan memainkan nada musik diikuti oleh embusan udara ke mata mereka 200 kali selama setengah jam. 124 elektroda menempel pada kulit kepala dan wajah bayi untuk merekam aktivitas otak selama percobaan.

Hasilnya, bayi-bayi dengan cepat belajar untuk mengantisipasi embusan udara setelah mendengar nada, menunjukkan peningkatan empat kali lipat rata-rata dalam kemungkinan pengetatan kelopak mata dalam merespons suara pada akhir setiap sesi.

6. Seperti sangat mahir matematika
Bayi bisa membedakan antara dua dan tiga, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences tahun 2006.

7. Bayi dengan mudah mempelajari bahasa di dunia
"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan 'cerdas' karena mereka memiliki kemampuan untuk hampir dengan mudah mempelajari semua bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.

Beberapa penelitian menunjukkan bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.

8. Memahami emosi anjing
Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan 'mama' dan 'papa', bayi dapat menguraikan emosi anjing. Sebuah studi 2009 menunjukkan bahwa bayi usia 6 bulan bisa menyamai suara marah membentak atau ramah dengan hanya ditunjukkan foto-foto anjing dengan bahasa tubuh yang sesuai. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology. 

Sumber : http://faktabukanopini.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Juni 2011

BELAJAR DARI HONDA

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah.
Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas,
sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda -
Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan
Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,
duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
“Nilaikujelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia
saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini,
yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo,
Tokyo, akibat mengindap lever.
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang
membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya
memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering
bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang
menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya
ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12
tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model
rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif.
Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai
Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya.
Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang
mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya.
Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan.
Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu
kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya
larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap
kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik
meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras,
dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani
patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,
membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang
dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya
itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring
buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi
teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya
keluar dari bengkel.
Kuliah
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang
mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke
bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum
makanan dan pengaruhnya, ” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.
Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan
pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang,
tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal
dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah
datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh
kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik.
Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di
sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam
keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu
diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan,
sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali
mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda
berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.
Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
“Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan
petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi,
mimpikanlah mimpi baru.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang
dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun
berasal dari keluarga miskin.
= = = = = = = = = = =
5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda
senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
Kembali Ke Atas Go down


Sumber : http://ekojuli.wordpress.com/2010/12/18/belajar-dari-honda/
Baca Selengkapnya...

[BAGAIMANA MENSIKAPI KEGAGALAN] KISAH MENDORONG BATU…!!!

Seorang laki-laki sedang tertidur di bawah pohon besar. Kemudian dia bermimpi ada cahaya terang mendatanginya. Dia bermimpi bertemu Tuhan.
Tuhan berkata kepadanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.
Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Berbulan-bulan ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.
Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya “Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya.”
Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.
“Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya.
“Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan mengadu segala permasalahannya itu kepada Tuhan.
“Tuhan,” katanya “Aku telah bekerja keras sekian lama dan menjalankan perintah-Mu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa?
Mengapa aku gagal?’
Tuhan berkata,”Hambaku, ketika aku memintamu untuk melaksanakan perintah-Ku dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar?”
”Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi ketaatanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmah yang akan Kuberikan kepadamu.”
Lelaki itu tiba-tiba terbangun dari mimpinya, dan bersujud syukur karena ia merasa dan paham bahwa ia telah mendapatkan hidayah-Nya.
Terkadang, ketika kita mendengar perintah Allah, yang pertama kali kita gunakan cenderung pikiran dan nafsu kita untuk menganalisa keinginanNya, bukan keimanan dahulu yang kita utamakan. Padahal perintah itu jelas kebenarannya.
Sesungguhnya apa yang Allah inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan taat kepadaNya. Dan yakinlah itu adalah kebutuhan kita. Allah tidak butuh ibadah kita. Demi Allah, ketika semua makhluk berpaling dari Nya, maka tidak akan mengurangi sedikitpun kebesaran dan kemulyaan Allah. Dan sebaliknya ketika semua makhluk beribadah kepada Nya, tidak akan menambah sedikitpun kebesaran dan kemuliaan Allah Tuhan kita.
Satu sisi terkadang kita salah menilai sebuah kegagalan… Padahal dibalik sebuah kegagalan banyak pelajaran penting yang kita dapatkan..
betul??
Insya Allah…

Terimakasih telah membaca, Salam Motivasi..!

Sumber : http://ekojuli.wordpress.com/2011/03/01/bagaimana-mensikapi-kegagalan-kisah-mendorong-batu/
Baca Selengkapnya...

WAWANCARA DENGAN BOB SADINO, SEORANG PENGUSAHA SUKSES…

DIBAWAH INI ADALAH WAWANCARA DENGAN BOB SADINO, SEORANG PENGUSAHA SUKSES… YUK KITA IKUTI….!!!

Silakan dibaca, jika ada yang bermanfaat silakan diambil…. Jika anda merasa tidak cocok silakan tinggalkan…
Kalau pikiran ini kita umpamakan sebuah cangkir teh, maka kita tak bakalan pernah bisa mengenal “tehnya” Bob Sadino, jika kita tak lebihdulu mengosongkan cangkir itu. Berikut petikan wawancara antara Bob Sadino, sang “Guru Zen” bisnis, dengan salah satu pengagumnya, Edy Zaqeus.
Wawancara berlangsung sepanjang perjalanan dari rumah Bob di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sampai di kantornya di kawasan industri Pulo
Gadung, Jakarta Timur. Wawancara ini merupakan salah satu bab dari
buku best seller berjudul Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah! (Gradien,2004)
MODAL SERING MENJADI HAMBATAN BAGI YANG INGIN
BERWIRAUSAHA. PANDANGAN ANDA?
Rata-rata kalau orang bicara modal, langsung otaknya bilang duit. Orang yang lebih canggih lagi, kalau bukan duit ya benda-benda modal seperti pacul, pikulan, atau becak. Itu modal yang bisa dilihat, dipegang,dirasakan, modal tangible. Ada modal yang tidak bisa dilihat, dirasakan, dipegang. Umpamanya modal keberanian, kemauan, tekad. Saya pribadi, dari mana
mulainya? Ya, dari yang tidak kelihatan tadi.
SOAL KETIDAKBERANIAN MENGAMBIL RISIKO, JIKA
BERDASARKAN PERHITUNGAN RISIKONYA TERLALU BESAR.
KOMENTAR ANDA?
Karena saya berangkat tanpa perhitungan apa-apa, bagaimana saya mau mengitung kalau duit saya tidak punya? Modal saya hanya kemauan, tapi saya punya kaki punya tangan, terus saya melangkah, saya berbuat!
APA CUKUP MENGANDALKAN KEBERANIAN AMBIL RISIKO SAJA?
Salah satunya iya. Kalau orang biasanya menghindari risiko, saya masuk kategori orang yang mencari risiko, kan? Masa bodoh akibatnya, yang saya cari itu risiko. Silahkan terjemahkan.
PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN DALAM USAHA?
Ini pertanyaan yang sangat lucu Kegagalan itu sudah termasuk dalam usaha. Cari risiko berarti cari kegagalan, kan? Berusaha itu modalnya bukan duit. Duit itu nomor ke seratus kali!
SOAL MENTAL KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT KITA?
Rata-rata orang Indonesia masih berpikir untuk jadi pegawai saja. Termasuk mereka yang sudah selesai sekolah, sarjana-sarjana itu. Kebanyakan orang tidak mau dipicu dan dipacu mental kewirausahaannya. Karena tidak mau, ya pendekatannya harus beda. Ya, keteladanan saja. Kalau orang melihat Anda berhasil, Anda hanya bisa berharap orang lain mengikuti Anda. Itu saja!
BUKANKAH ITU PASIF?
Memangnya kita bisa maksa orang? Kamu mau nggak dipaksa? “Kamu besok berhenti saja jadi wartawan, kamu ikuti jejak saya, mau nggak kamu?!”
KONON DALAM USAHA PERLU `NALURI BISNIS’ (INSTINCT)
ATAU FEELING. ANDA SENDIRI?
Dari pengalaman, saya tidak mengatakan bahwa instinct atau feeling itu faktor. Mungkin ada, Mungkin! Tapi itu kan sesuatu yang tidak ada jaminannya? Yang orang katakan feeling bagi saya, sebenarnya adalah karena saya sudah melangkah 999 langkah. Maka langkah saya yang ke-1000 itu, yang sebetulnya langkah berikutnya, itulah yang dikatakan orang instinct atau feeling.
KALAU SOAL `HOKI’ ATAU KEBERUNTUNGAN?
Berapa persen sih orang yang bisa menyandarkan dan mengandalkan sebuah sukses dari faktor hoki? Kenapa nggak dilaksanakan saja, dijalankan saja? Mungkin hoki datang sejajar dengan itu, dengan
sendirinya. Kalau orang sejak awal percaya dirinya tidak bisa berhasil, maka seumur hidupnya, sepanjang hayatnya, dia tidak akan pernah berhasil.

BAGAIMANA DENGAN LEADERSHIP DALAM MENGHIDUPKAN
USAHA?
Kalau ditanya definisinya saya nggak bisa jawab. Kalau ditanya hasilnya, saya punya 1.600 orang anak-anak. Mereka itu anak-anak, saya bapaknya, itu saja! Nggak pakai resep. Mereka itu mbututi (mengikuti) saya kok.Jika kamu belum menikah, belum punya istri, belum punya anak, maka apa pun
yang saya terangkan tentang `bapak’, kamu tidak akan mengerti. Itu pun sudah merupakan jawaban!

KALAU ANAK-ANAK TIDAK MAMPU MELAKSANAKAN APA
YANG ANDA INGINKAN?
Dibentur-benturkan aja kepalanya ke tembok! Apakah saya bisa andalkan anak saya dari pengetahuannya saja? Pengalaman. Anak pegang sepeda, kalau jatuh itu risiko saya. Si anak merasakan sakit. Tapi sebagaiseorang bapak, kalau anak luka, yang ngobatin luka itu siapa? Risiko si anaksakit, luka, berdarah, teriak-teriak. Karena itu dirasakan anak saya, saya ikut merasakan. Saya sebagai bapak harus bertanggung jawab. Saya
melaksanakan tugas saya sebagai bapak, sama dengan semua bapak dimana pun bapak-bapak berada. Tidak ada bedanya.
Usaha sudah besar, urusan makin banyak, sistem makin rumit. Bagaimana mempertahankan semua ini?
Saya kan sama anak-anak, tidak sendirian? Harus dilihat saya bersama anak-anak itu sebagai sebuah kebersamaan. Sudah lama saya tidak mengambil keputusan. Anak-anak saya suruh belajar naik sepeda.
Terserah mau ke mana dan bagaimana mereka naik sepeda. Kalau saya mengawasi terus, kapan dewasanya anak-anak?

TIDAK SELAMANYA ORANG BISA LURUS TERUS. KADANG
MEYIMPANG, KADANG MELAKUKAN KESALAHAN?
Saya buka dan bebaskan. Kalau mau melakukan penyimpangan, melakukan kesalahan, silahkan! Bebas kok. Terserah. Seperti anak saya yang naik sepeda, kalau dia jatuh, dia sakit sendiri.
KESALAHAN YANG DISENGAJA MAUPUN YANG TIDAK?
Dua-duanya boleh. Merdeka kok!
KEDENGARANNYA KOK TIDAK ADA MEKANISME REWARD AND PUNISHMENT?
Punishment-nya itu bukan dari saya. Reward-nya juga bukan dari saya. Punishment juga karena kelakuan dia sendiri. Memangnya tugas bapak itu harus punish and reward? Memangnya polisi? Saya paling menghindari
perkataan punishment.
LEBIH UTAMA PENGALAMAN ATAU SESUATU YANG
DIDAPAT DARI BANGKU SEKOLAH?
Saya tidak bisa ngomong karena saya nggak sekolah. Menurut istilah Andrias (penulis buku-buku best seller: red), saya ini orang yangbelajar, tetapi orang yang tidak pernah sekolah.
SIAPA GURU-GURU TERBAIK ANDA?
Alam. Saya melihat anak-anak, saya lihat pohon, matahari, jalanan, batu, sekeliling saya aja. Apa orang itu ndak bisa belajar dari batu? Banyak orang tua yang tidak rela anaknya tidak sekolah.
MUNGKIN ADA KEKHAWATIRAN KALAU TIDAK SEKOLAH
NANTI TIDAK BISA HIDUP?
Apakah mereka tahu dengan sekolah itu anaknya bisa hidup? Apakah nggak sebaliknya, malah karena sekolah dia nggak akan bisa hidup? Kalau saya jadi kamu, segera setelah jadi orang tua, yang saya ingat adalah obrolan saya dengan Bob Sadino. Apakah sekolah itu jaminan bahwa anak
itu nanti akan berhasil? Saya hampir pasti kalau kamu jadi orang tua kamu akan paksa anakmu untuk sekolah. Kalau kamu orang tua yang percaya,
bahwa dengan sekolah anak itu bisa sukses, saya cenderung mengkategorikan kamu sebagai orang tua yang tidak bener. Pertama, kamu malas tidak mau mendidik anak sendiri. Kedua, kamu mengandalkan orang lain. Kalau kamu menghendaki anakmu melakukan setiap yang kamu inginkan, kamu orang tua yang paling egois. Bukankah setiap anak itu bebas memilih apa pun yang dia inginkan? Tanpa sadar kamu sedang memperkosa pikiran anakmu. Itu menurut Bob Sadino!
ADA PEMIKIRAN, PENDIDIKAN ADALAH WARISAN TERBAIK
BAGI ANAK?
Kalau semua orang bilang begitu, saya yang akan bilang tidak! Kamu belum menarik garis sekolah itu apa, belajar itu apa. Alangkahprihatinnya
saya. Kasihan sekali pada orang tua yang mendidik anaknya, dengan menyuruh si anak masuk di sebuah ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. Bukankah dunia ini lebar? Warisan disempitkan menjadi satu;
sekolah. Yang lain-lain nggak dianggap warisan, alangkah sempitnya pemikiran itu. Anak-anak saya ya saya sekolahkan. Tapi setelah itu saya bebaskan, mau apa terserah. Tidak pernah saya paksakan. Dan walau anak-anak saya selesai sekolah, ternyata mereka juga ndak senang sekolah.
APAKAH IDE-IDE SEMACAM INI BAGUS UNTUK
ORANG-ORANG DI BANGKU SEKOLAH?
Saya selalu mengatakan, bagi mereka yang memaksakan kepingin sukses, jawaban saya sangat sederhana dan sangat tidak populer. Kalau kamu mau sukses, besok kamu berhenti sekolah. Dan jelas tidak ada satu orang pun yang mau nurut kata-kata saya. Padahal dia sedang mencari dan mengejar
sukses. Mungkin orang merasa tidak aman jika meninggalkan sekolah dan tidak
punya ijazah?
Kamu tahu berapa ribu sarjana yang nganggur. Apakah itu aman buat mereka? Kemarin saya ke IPB sedang mewisuda 1.200 sarjana. Dari 1.200 sarjana yang kemarin diwisuda itu, berapa yang dapat pekerjaan, saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya beberapa gelintir saja. Artinya kamu menyekolahkan anak untuk mencapai suatu tujuan, yaitu masuk pada suatu tempat yang tidak aman. Itu jelas sebetulnya. Tapi mengapa paradigmanya tidak pernah mau digeser-geser? Karena itu budaya dari nenek moyang. Orang tua maunya gampang. Sebetulnya sekolah itu hanya
wakil saja dari orang tua. Kalau orang tua yang prihatin, ya dia didik sendiri anaknya.

WAKTU KECIL PERNAH PUNYA CITA-CITA?
Nggak punya cita-cita. Kamu bertanya, `benar nggak?’ berarti kamu tidak percaya sama saya, kan? Karena aneh, kan? Orang selalu tidak percaya jika saya ngomong yang sejujur-jujurnya.
BAGI ANDA APA MAKNA SUKSES ITU?
Bilamana apa yang saya harapkan, itu yang saya dapatkan, itulah sukses. Jadi kalau saya mengharapkan besok saya bisa makan, dan besok saya dapat makan, saya sudah sukses. Buat saya nasi sepiring itu sudah baik. Orang mencari macam-macam itu kan karena tidak pernah menghargai nasi sepiring buat dimakan besok? Saya menghargai itu karena saya pernah lapar. Nasi sepiring itu punya arti besar, segunung sudah. Sesederhana itu!
Nasi doang itu bagi saya sudah lebih baik daripada saya tidak makan. Mungkin titik berangkat saya itu yang membuat saya bisa begini hari ini. Orang yang tidak bisa menghargai sepiring nasi doang, karena mereka belum pernah lapar, kan? Mungkin perbedaan yang paling mencolok antara saya dengan begitu banyak orang adalah itu. Makan dianggap taken for granted, kewajaran, karena orang itu tidak punya masalah dengan makan. Tapi orang-orang di pinggir jalan itu, kamu tanya mereka.
ADA SAAT-SAAT KHUSUS UNTUK MEDITASI ATAU REFLEKSI
DIRI?
Walah dengan saya bersosialisasi dan berkomunikasi dengan anak-anak, itu sebuah refleksi spontan, kan? Apakah itu sikap saya, tindakansaya, atau pembicaraan saya, saya mendapatkan refleksinya. Jadi saya tidak perlu lagi merenung. Saya bicara dengan Anda, saya mendapatkan refleksi dari Anda. Refleksinyaoh, segala pertanyaan yang saya jawab anak ini ternyata bingung sendiri ha..ha..ha..
SETELAH SEPERTI SEKARANG INI, KE DEPAN APALAGI YANG
ANDA HARAPKAN?
Dari awal saya bilang, besok itu saya mengharapkan bisa makan. Dan keesokan harinya saya bisa makan, dan saya puas. Apalagi yang saya harapkan? Karena itu makna sukses, kan? Sudah cukup. Nah, pulang nanti kamu dipaksa merenung! Bisa nggak menerjemahkan sang sufi ini
ha..ha..ha Kamu mengukur saya itu sekarang, kamu melihat saya serba
ada. Kamu lupa sepiring nasi buat saya itu ada, itulah titik ada pada
waktu saya punya sepiring nasi besok. Itu titik ada saya. Kalau saya melihat titik pada waktu besok saya mau makan saya dapat nasi, itu sudah titik bagi saya.
Menurut Bob Sukses itu ga selalu berbenturan dengan modal bahkan pendidikan di sekolah pun belum bisa menjamin si anak itu bsia sukses, Misalkan . Tetangga Kamu pedagang telor keliling , dengan penghasilan sekian – sekian , kalau kamu Mau dan punya keinginan dan tekat kamu tinggal bilang ke tetangga kamu itu , ” Bu , Besok ibu ga usah cape – cape jualan dech , biar saya yang jualan keliling , upah nya berapa? ” kata kakek sukses ini. mmmm bener juga.
sumber: http://tayuza.blogspot.com/2010/04/bob-sadino-mau-suksesjadilah-orang
Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Juni 2011

Renungan "Sebuah Kesuksesan"

Saudara…

Suatu hari,seorang anak berusia 7 tahun.Bermain bergembira sambil lompat kanan-kiri dan berlari-lari dipekarangan rumahnya. Didinding rumah bocah berkulit putih berambut pendek itu,ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan. Dinding utara, ada tumbuhan pisang dan pohon jeruk.Sianak kemudian mendekati kedua pohon itu. Sambil memperhatikan dedaunan dan ranting cabang jeruk. Tiba-tiba sianak kecil tadi melihat pada salah satu daun pisang, terdapat 2 buah telur ulat yang telah menjadi kepompong siap untuk menjadi kupu-kupu…

Pada salah satu kepompong,dia memperhatikan, ada sebuah benda sedang berusaha dengan sangat keras untuk keluar dari lilitan telur tersebut. Beberapa saat kemudian dia amati,mucullah kepala dari telur itu. Dengan segenap tenaga yang dimiliki, benda dari kepompong terus bergerak, dia terus mencoba untuk keluar dari cengkraman telur itu.

Dengan menahan kesakitan, muncullah sayap sebelah kanannya. Sesaat kemudian,sayap sebelah kirinya juga muncul.Benda tersebut jatuh ketanah. Dan dalam sekejab dia bangun sambil mengepakkan sayapnya terbang menghiasi halaman rumah bocah 7 tahun itu. Bocah tersebut terdiam terpensona melihat kecantikan kupu-kupu itu.

Sementara telur yang satunya lagi pun,ada sebuah benda yang akan keluar dari balutan tubuhnya. Sang bocah memperhatikan, calon kupu-kupu itu berusaha dengan keras untuk keluar.Menahan kesakitan yang luar biasanya. Lelaki kecil berkulit putih ini, merasa kasihan dan iba terhadap calon kupu-kupu. Sehingga dia mengambil sebatang lidi,dengannya dia merobek balutan kepompong. Akhirnya sikupu-kupu dapat keluar dari lilitan yang ada ditubuhnya dan jatuh ketanah. Namun sayang, kupu- kupu ini hanya dapat berdiri namun tidak dapat terbang sebagaimana temannya yang lain…

Saudara Seperjuangan…

Demikian juga dengan kehidupan kita. Untuk mendapatkan kesuksesan, kita membutuhkan proses menuju kesana.”Tidak ada sukses yang instan”. Sekali lagi saya ulangi “tidak ada sukses yang instan”, yang ada hanyalah Mie Instan dan susu Instan…he…he…

Dewasa ini, banyak saudara kita memilih jalan alternative untuk menggapai impiannya. Mendatangi kuburan, mbah dukun, menyembah pohon, judi dan benda-benda tertentu. Contoh nyata, sebagaimana yang terjadi dengan saudara kita di Aceh. Rumah bantuan tsunami dari BRR di buat secepat mungkin untuk jadi. Dari luar kalau kita perhatikan,rumah nya sudah layak untuk ditempati. Tapi didalamnya terdapat kerusakan didinding, lantai dan platfonnya. Ini adalah ulah dari oknum kontraktor yang tak bertanggung jawab. Menginginkan rumah kilat, agar bisa mendapatkan proyek lainnya…


“No pain no gain”
Tanyakanlah kepada para achiver-achiver, apakah mereka mendapatkan impian dan cita-cita mereka dengan hanya berpangku tangan?apakah mereka meraihnya dengan santai dan manis..?

Tidak,,,sekali lagi tidak. K Ronald dan K lily, instruktur NAC system. Selama tiga tahun tinggal dirumah kontrakan berukuran 4x5 meter. Andrie Wongso pernah menjadi Kuli bangunan. Ali sakti researcher BI, pernah menjadi kuli beras untuk menghidupi keluarganya di Malaysia, tinggal bersama istri bahkan tidak beralaskan kasur. Mohamad Yunus, selama 27 tahun berjuang, menyisakan uang gajinya dari kampus untuk para pengrajin disekitar tempat tinggalnya. Cris Gradner, pernah tingal ditempat rumah panti dan bekerja selama 6 bulan tanpa digaji…


Masih banyak contoh kisah nyata dari para achiver yang membuktikan, bahwa keberhasilan dan kesuksesan tidak diperoleh dengan instan. Kesuksesan itu adalah sebuah proses yang harus dijalani dan dinikmati.

Sumber : http://pendampingmasyarakat.blogspot.com/2008/06/renungan-sebuah-kesuksesan.html
Baca Selengkapnya...

Kisah Kapak yang Kehilangan Kekuatannya


http://www.promagmulia.com/gambar/artikel/gambarartikel31_a.jpg 
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.






Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. 

Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. 

Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. 

“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. 

Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, 
“Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang. 

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun," kata sang majikan. 

"Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

"Istirahat bukan berarti berhenti. Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi."

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.

Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru.


Sumber : http://faktabukanopini.blogspot.com/2011/06/kisah-kapak-yang-kehilangan-kekuatannya.html
Baca Selengkapnya...

share

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...